Minggu, 5 Juli 2020

10 Tahun, Sunengsih Jualan Jajanan Tradisional di Cirebon

Populer

Inilah Peraturan Wali Kota Cirebon No. 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)

Peraturan Wali Kota Cirebon No. 28 Tahun 2020. Klik : PERWAL282020Lampiran Pertama : Lampiran Pertama Perwal No. 28 Tahun...

Update 29 Juni, Pasien Positif Covid-19 di Kota Cirebon Bertambah Dua Orang

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon bertambah dua orang. Sehingga, dengan adanya penambahan dua pasien baru, pasien...

Bertambah 2 Lagi, Kasus Positif Covid-19 di Kota Cirebon

Cirebon,- Pasien terkonfirmasi positif di Kota Cirebon kembali bertambah dua orang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan...

Masa Berlaku Hasil PCR dan Rapid Test Untuk Perjalanan KA Diperpanjang Hingga 14 Hari

Cirebon,- Dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, PT Kereta Api...

Satu Pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon Dinyatakan Sembuh, Tersisa Satu Pasien

Cirebon,- Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon kembali mengumumkan satu pasien dinyatakan sembuh, Senin (29/6/2020).Dengan adanya satu...

Cirebon, – Sejak 10 tahun yang lalu, saat masih memiliki anak 2 sampai anak berjumlah 7, Sunengsih tetap melakukan profesinya sebagai tukang lotek di depan Pusat Grosir Cirebon Jalan Siliwangi Kota Cirebon.

Wanita asal Tengah Tani ini menjual berbagai macam jajanan tradisional sederhana seperti kerupuk melarat, lotek, soun, cilok, kikil, dan rujak. Setiap harinya Sunengsih belanja bahan jualannya di pasar Plered pada pagi hari, dibantu oleh anak ketiganya.

Uniknya perjalanan dari Tengah Tani menuju PGC beliau menggunakan kendaraan roda 3 yakni “becak” yang menghabiskan waktu 30 menit dari rumahnya. Namun kalau pulang, Sunengsih menggunakan angkutan umum dan barang dagangannya dibawa oleh anaknya.

Loading...

“Terkadang ibu menikmati perjalanannya dengan tertidur lelap setelah menyiapkan bahan jualannya tadi pagi.” ujar Meli ponakan Sunengsih.

Perjalanannya sudah dilakukan sejak dulu dan memiliki langgan becak khusus, dengan tarif 30.000/sekali jalan. Setiap harinya dagangan Sunengsih sering habis terjual, jika ada sisapun itupun jarang.

Dengan harga mulai 5.000 sampai 10.000, pembeli bebas memilih menu yang disediakan, Sunengsih berjualan mulai pukul 12.00 sampai 18.00 tepat di depan pintu utama Pusat Grosir Cirebon. (AC440)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tambahan 4 Orang Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Lakukan Isolasi Mandiri⁣

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 4 orang. Sehingga, total kasus Covid-19 sampai tanggal 4...

Bisnis Digital, Solusi untuk Pemulihan Ekonomi⁣

Jakarta,- Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar pada hampir semua sektor kehidupan. Tidak hanya kesehatan, sektor ekonomi menjadi salah satu sektor paling terdampak...

Dua Usia Muda Menambah Kasus Covid-19 di Kota Cirebon

Cirebon,- Tim gugus tugas Percepatana penanganan Covid-19 Kota Cirebon mengumumkan dua kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon.Berdasarkan data dari pusat informasi dan...

Kembali Dibuka, Kedai Raja Es Buah dan Ratu Mie Ramen Hadirkan Promo Menarik

Cirebon,- Bagi pecinta kuliner es buah dan mie ramen, Kedai Raja Es Buah dan Ratu Mie Ramen mulai hari ini beroperasi seperti biasanya.Setelah hampir...

Lestarikan Budaya, Putra-Putri Kebudayaan Indonesia Kunjungi Keraton Kacirebonan

Cirebon,- Putra-Putri Kebudayaan Indonesia 2019 dan Putra-Putri Kebudayaan Jawa Barat 2020 mengunjungi Keraton Kacirebonan yang terletak di Jalan Pulasaren, Kota Cirebon, Sabtu (4/7/2020).Kedua pasangan...

More Articles Like This